Bisnis Batu Bara Menguat, Volume Angkut KAI Logistik Naik 11% Kuartal II 2026

Bisnis Batu Bara Menguat, Volume Angkut KAI Logistik Naik 11% Kuartal II 2026
Alat berat menata peti kemas ke atas gerbong kereta api di Stasiun Jakarta Gudang, Jakarta Utara, Sabtu (15/1).  Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Alat berat menata peti kemas ke atas gerbong kereta api di Stasiun Jakarta Gudang, Jakarta Utara, Sabtu (15/1). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

PT KAI Logistik mencatat kenaikan kinerja khususnya pada segmen penanganan batu bara yang dilayani melalui KALOG Pro pada kuartal II 2026, dengan capaian volume tertinggi pada April 2026 sebesar 936.244 ton.

Angka tersebut meningkat lebih dari 11 persen dibandingkan Maret 2026 yang berada di kisaran 847 ribu ton. Kinerja tersebut juga melampaui 21 persen dari target April 2026, mencerminkan meningkatnya aktivitas distribusi melalui moda perkeretaapian.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan capaian ini menunjukkan mulai menguatnya pergerakan bisnis batu bara pada kuartal II, sekaligus menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap moda kereta api.

"Peningkatan volume pada April menjadi sinyal positif terhadap penguatan aktivitas distribusi batu bara. Selain dipengaruhi kebutuhan energi yang tetap kuat, capaian ini juga merupakan hasil strategi perusahaan dalam memperkuat kapasitas layanan melalui optimalisasi infrastruktur terminal bongkar muat," ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu (30/5).

Salah satu strategi yang menjadi mendorong peningkatan tersebut adalah pengoperasian Container Yard (CY) 2 Merapi sejak Maret 2026. Hal ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat kapasitas layanan angkutan batu bara.

CY 2 Merapi diproyeksikan mampu melayani sekitar 730 rangkaian kereta api per tahun. Dengan pengoperasian optimal pada dua jalur, kapasitas layanan bahkan berpotensi meningkat hingga 10 rangkaian kereta api per hari.

Yuskal menyebutkan, secara keseluruhan, fasilitas ini diperkirakan dapat berkontribusi terhadap angkutan batu bara hingga 3 juta ton per tahun, sehingga memperkuat kapasitas distribusi komoditas energi nasional.

Dengan demikian, KAI Logistik optimis layanan penanganan batu bara terus menjadi salah satu penopang utama kinerja perusahaan sepanjang tahun 2026, dengan kapasitas angkut mencapai 27 juta ton per tahun, melalui layanan yang tersedia di enam terminal batu bara di Sumatera Selatan.

"Ke depan, kami optimistis tren positif ini akan terus berlanjut seiring peningkatan kapasitas layanan dan kebutuhan distribusi energi nasional. KAI Logistik akan terus beradaptasi terhadap kebutuhan industri melalui penguatan infrastruktur dan layanan yang semakin andal," tutup Yuskal.